cerita batu golog dalam bahasa sasak

Alkisah, di Dusun Medang Kawit, Desa Majethi, Jawa Tengah, hiduplah seorang pendekar tampan yang sakti mandraguna bernama Aji Saka. Ia mempunyai sebuah keris pusaka dan serban sakti. Selain sakti, ia juga rajin dan baik hati. Ia senantiasa membantu ayahnya bekerja di ladang, dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Katabau dari bahasa Sasak artinya adalah menangkap, sedang nyale berarti cacing laut. Upacara Bau Nyale dilaksanakan di Pantai Seger, Kuta, Lombok Selatan. Secara tradisi, puncak perayaan upacara ini digelar pada tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. Biasanya, perkiraan kedatangan nyale di pantai akan dilakukan oleh para penyamo. Kecantikandan keanggunan Putri Mandalika sangat tersohor dari ujung timur sampai ujung barat pulau Lombok. Kecantikan dan keanggunan sang putri terdengar oleh para pangeran - pangeran yang membagi habis bumi Sasak (Lombok). Masing - masing dari kerajaan Johor, Lipur, Pane, Kuripan, Daha, dan kerajaan Beru. Para pangerannya pada jatuh cintar. TheStory of Golog Stone bahasa Inggris Indonesia | Cerita Inggris Indonesia. Caritra — Batu Golog (Golog Stone) A story from West Nusa… Mother - Ibunda: 066. Golog Stone - Batu Golog - Nusa Tenggara Barat. The Story of Inaq Tegining and Amaq Teganang From Lombok | PDF. Cerita Rakyat dari Nusa Tenggara Barat : Batu Golog Site De Rencontre Par Telephone Gratuit. Mungkin sampai saat ini tidak mengetahui seperti apa cerita legenda Batu Golog dari NTB. Padahal sebenarnya ini merupakan salah satu cerita yang cukup menarik untuk tersebut merupakan kisah yang sudah banyak diceritakan oleh penduduk setempat di wilayah NTB. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam seperti apa kisah yang dimaksudkan, maka ikuti informasi yang ada di bawah rakyat ini bermula dari suatu daerah di sekitar NTB atau Nusa Tenggara Barat. Tepatnya ada di Padamara, Lombok Timur yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Sungai sinilah cerita legenda ini muncul dan berawal. Dari keluarga miskin yang bekerja sebagai penumbuk padi di wilayah Tentang Amaq Lembain dan Inaq ini sebenarnya berkisah tentang keluarga miskin seorang laki-laki bernama Amaq Lembain dan istrinya yang bernama Inaq Lembain. Mereka berdua ini merupakan buruh tani yang miskin sehingga setiap hari bekerja untuk menumbuk padi dari satu tempat ke tempat yang bekerja menumbuk padi, biasanya kedua anak mereka ikut menyertai dan menunggu hingga selesai. Hingga di suatu waktu saat Inaq Lembain bekerja, dia menemukan batu ceper dan kemudian menempatkan kedua anaknya di atas batu saat Inaq mulai bekerja menumbuk padi, ternyata tiba-tiba batu ceper itu tadi mulai terangkat di atas. Merasakan hal ini maka kedua anaknya mengatakan bahwa batu tersebut pelan-pelan bergerak ke tetapi suara sang anak tidak dihiraukan dan sang ibu terus saja bekerja hingga berlarut-larut. Batu tersebut makin tinggi dan suara sang anak mulai menghilang, namun sang ibu tetap tidak memperhatikan hal ini dan terus bekerja menumbuk padi. Baca Juga Indahnya Pasir Merica Pantai Tanjung Aan di Lombok Tengah 2. Doa Sang IbuIlustrasi suku Sasak di Lombok sang anak menghilang dan barulah sang ibu tersadar bahwa kedua anaknya sudah jauh di atas langit. Hal ini membuat sang ibu menangis dan berdoa meminta supaya anaknya dapat ditemukan dan kembali kepada dirinya dengan sangat ibu memohon pada Sang Maha Kuasa hingga akhirnya doanya terkabul dan mendapatkan sabuk ajaib untuk membelah batu golog menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh dan menjadi Desa Gembong, bagian kedua menjadi Dasan Batu, dan desa ketiga menjadi wilayah Montong akhirnya sang anak dapat ditemukan namun keduanya telah berubah menjadi dua ekor burung. Pertama menjadi burung Kekuwo dan yang kedua menjadi burung burung tersebut tidak dapat bertelur karena merupakan burung yang berasal dari manusia. Hingga saat ini hal tersebut masih dipercaya oleh mayoritas penduduk di daerah seputar area Pesan moralxervantex/codigo-de-conducta-para-las-ico Adapun cerita ini sebenarnya memberikan pesan yang bagus untuk para orang tua dalam bekerja. Sebenarnya melalui kisah tersebut seakan mengingatkan bahwa bekerja merupakan hal yang baik namun jangan sampai lalai menjaga jika lalai maka bisa jadi pekerjaan yang telah dilakukan menjadi sia-sia dan justru tidak memberikan manfaat seperti yang diinginkan. Maka itu bagilah perhatian antara pekerjaan dan keluarga seperti pada kisah tentang cerita legenda Batu Golog dari NTB. Sebagai kisah yang berasal dari masyarakat setempat secara turun termurun, tentunya cerita ini tidak hanya menarik dibaca saja, namun sebaiknya juga dilestarikan. Baca Juga Berlibur ke Pantai Pandanan di Lombok Utara 0% found this document useful 0 votes441 views24 pagesOriginal Titlecerita © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes441 views24 pagesCerita SasakOriginal Titlecerita to Page You are on page 1of 24 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 8 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 12 to 22 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes47 views1 pageOriginal Titlecerita rakyat suku sasakCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes47 views1 pageCerita Rakyat Suku SasakOriginal Titlecerita rakyat suku sasakJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial! Ini adalah salah satu cerita rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu legenda “Batu Golog” yang dikisahkan secara turun temurun. Sering pula dilantunkan sebagai sebuah dongeng untuk pengantar tidur anak-anak. Alkisah, dahulu pada suatu masa hiduplah sebuah keluarga miskin di daerah Padamara dekat Sungai Sawing. Walau hidup miskin, tapi mereka tetap bekerja tanpa kenal lelah. Keluarga ini terdiri atas suami yang bernama Amaq Lembain dan sang istri bernama Inaq Lembain. Mereka memiliki 2 orang anak. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Karena hanya buruh tani, maka etiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya juga pergi ikut. Pada suatu hari, sang ibu sedang asyik menumbuk padi. Kemudian kedua anaknya diletakkan diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja. Sang anak hanya melihat dengan penuh kesabaran. Tiba-tiba ada hal yang aneh terjadi, waktu Inaq mulai menumbuk, batu tempat kedua anaknya duduk tadi makin lama makin tinggi karena naik. Karena merasa posisinya terus tinggi dan naik, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya “Ibu batu ini makin tinggi.” Tapi sayang, Inaq Lembain terus saja sibuk bekerja. Lalu sang ibu menjawab “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk” Hal tersebut terjadi berulang kali. Batu ceper tempat duduk anaknya itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Melihat kondisi yang sangat aneh dan posisi yang makin tinggi, lalu kedua anak itu kemudian menjadi takut dan berteriak dengan sekeras-kerasnya. Tapi sayang, Inaq Lembain masih tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi. Kemudian Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Akhirnya kedua anak menangis sekeras-kerasnya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq. Akhirnya Inaq Lembaian merasa menyesal, dia pun menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Dia berdoa dengan penuh harap. Kemudian doa si ibu dijawab. Dia lalu diberi kekuatan gaib. Inaq Lembaian mendapat petunjuk bahwa dia harus menggunakan sabuknya. Dia pun kemudian mengikuti perintah tersebut, akhirnya dia mengambil sabuknya dan mulai menebas Batu Goloq tadi. Kemudian, ada hal aneh terjadi, sesaat setelah Inaq Lembaian menebaskan sabuknya pada batu Golog, lalu batu tersebut terpenggal menjadi tiga bagian. Lalu bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong oleh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Sementara itu bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Sedangkan potongan ketiga atau terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker. Ada hal ajaib lain yang terjadi. Kedua orang anak Inaq Lembaian ternyata tidak jatuh ke bumi. Tapi mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo. Sedangkan anak kedua atau adiknya kemudian berubah menjadi burung Kelik. Kedua burung ini lalu terbang dengan mengepakkan sayapnya. Mereka pergi kesana kemari. Mereka sekarang hidup sebagai burung, bukan manusia lagi. Tapi ada satu hal yang berbeda dibandingkan dengan burung pada umumnya, ternyata kedua burung tersebut tidak bisa mengerami telurnya, karena kedua burung ini berasal dari manusia. Originally posted 2013-11-22 130527. Republished by Blog Post Promoter Uploaded byAbdul Lathif 100% found this document useful 1 vote2K views3 pagesOriginal Titlebatu gologCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote2K views3 pagesBatu GologOriginal Titlebatu gologUploaded byAbdul Lathif Full descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

cerita batu golog dalam bahasa sasak